setiap dari kita pasti berhubungan dengan orang lain. tak mungkin kita tak membutuhkan orang lain dalam hidup ini. sebelum melanjutkan cerita ini, harus kita samakan persepsi kita tentang hubungan. analogi ini tak hanya untuk hubungan sepasang kekasih, tapi juga hubungan persahabatan.
ibaratkan saja sebuah hubungan itu layaknya air ledeng dalam panci. air ledeng yang dingin itu, seperti saat kita belum mengenal satu sama lain. rasanya dingin, tak menarik untuk disentuh. setelah air itu diletakkan di atas kompor, lama-lama suhunya akan naik dan mulai hangat. kompor itu ibarat hal-hal yang membuat kita saling mengenal. bisa jadi kehangatan itu karena banyak hal yang sama. hobi, kesenangan, musik, sudut pandang, style dan lainnya.
satu hal yang harus kita ingat bahwa jika api kompor terlalu besar air akan mendidih. dan sesuatu yang panas itu tak akan baik. bahwa jika hal-hal yang menghangatkan itu tak sesuai proporsi maka akan terjadi keadaan yang tak enak. dan saat air itu mendidih secara terus menerus maka akan menguap dan habis. hubungan akan seperti itu jika kita tak bisa mengendalikan, sama seperti jika kita terlalu besar menyalakan api kompor.
maka, kita harus pandai mengatur api di kompor agar air dalam panci tetap hangat dan tetap nyaman bila disentuh. mengendalikan hal-hal yang kita lakukan, melakukan hal yang seharusnya dilakukan. menghindari hal yang dapat membuat sekitar kita menjadi panas. mungkin hal ini terlihat sulit. namun jika kita terus belajar untuk memahami, pasti akan memahami situasi dimana kita harus mematikan api sejenak agar air tidak mendidih dan menjadi uap.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar