Translate

Senin, 31 Maret 2014

Tentang Nana #5: Nasehatnya untukku

yaaa... kali ini Nana berperan sebagai pendengar yang baik. ya, dia mendengarkan segala cerita gak pentingku selama berjam-jam. tak ada pendengar yang baik untukku selain Nana. aku berkeluh kesah padanya, kenapa aku tak beruntung. kenapa aku hanya menjadi cewek pas-pasan. kenapa wajahku boros, kenapa aku tak proporsional, kenapa orang tuaku tidak kaya, kenapa aku hanya sebagai sidekick dan kenapa2 lainnya. yah,, sungguh aku merutuki segala yang ada pada diriku.

aku capek dengan segala rutukan-rutukanku, terdiam dan cemberut. kemudian, Nana mulai berkata dengan tenang dan takzimnya. "Tata, bukankan semua yang kau rutuki itu hanya masalah dunia saja? apakah kamu pernah merutuk kenapa kamu telat shalat shubuh, kenapa kamu tak selesai mengaji satu juz dalam sehari, kenapa kamu melewatkan tahajud dan dhuhamu, kenapa kamu tak menyisihkan sedikit materi untuk kotak yang bertengger di masjid, kenapa kamu tak belajar serius, dan kenapa2 lainnya yang itu akan dicatat oleh yang di kanan dan kirimu". aku pun terdiam merenung. Ya Allah,, benar apa yang dikatakan Nana. selama ini aku hanya berfikir tentang dunia saja. padahal dunia ini ibarat mampir beli pulsa di mbak julet. menulis nomor kemudian membayar. hanya butuh waktu 2 menit untuk membeli pulsa. dan seperti itulah hidup di dunia itu.

sungguh, rutukanku yang berjam-jam dipatahkan oleh kata-kata Nana yang hanya 5 menit. dan menyadarkanku bahwa cinta pada dunia tak kan menyelamatkan kehidupan akhirat. namun, cinta akhirat dapat menyelamatkan kehidupan dunia. begitulah, cerita Nana kali ini. cukup dengan tanggapan 5 menitnya dapat membuatku tersadar. dan semoga kesadaran ini tak hanya kesadaran temporer saja. :D 

Rabu, 26 Maret 2014

Tentang Nana #4

Baru saja Nana pulang dari rumah akbar (murid lesnya). Nana teringat kejadian lucu saat les tadi. seperti biasa, akbar masih mengingat jumlah poin yang dikumpulkannya untuk mendapatkan hadiah. dua minggu lalu nana berjanji pada akbar akan memberi hadiah padanya jika ia bisa mendapat poin 1000. akbar keberatan dan merajuk tak mau mengaji dan belajar. setelah tawar menawar dengannya Nana sepakat memberi hadiah jika poin akbar mencapai 500. setiap 10 menit sekali akbar mengingatkan nana tentang hadiah yang dimintanya. dia meminta kartu animal caesar evo 7. sampai sampai akbar mencatat di kertas agar nana tak lupa. sungguh.. anak-anak memang selalu punya cara membuat luluh sekitarnya. :D


memo yang ditulis akbar untuk nana
penampakan akbar yang sedang belajar

 

Senin, 24 Maret 2014

Tentang Nana #3

Nana.. selalu ada cerita atas nama Nana.
ya,, Nana hanya perempuan sederhana yang memiliki keinginan dan cita-cita sedehana. hidupnya tak ingin muluk-muluk, hanya ingin melihat sekitarnya bahagia dengan cara sederhananya.
kadang, setiap melihat temannya yang bercita-cita tinggi Nana ingin seperti itu juga. tapi nana ingat, dekat dengan orang tua dan membantu mereka lebih indah ketimbang memenuhi inginnya. pernah suatu kali Nana mendapat kesempatan melanjutkan belajar ke timur tengah, Nana ragu mengambil kesempatan itu atau melepasnya. datanglah ia ke Ibu tercinta, sang Ibu tak ingin jauh dengan Nana. itu membuat Nana Mantap melepas kesempatannya. Ibu yang paling utama.
dan selang satu tahun, timur tengah bergejolak perang. ternyata keputusan Ibunya benar. walaupun baru terjawab setelah satu tahun. bukankah begitu makbul doa seorang ibu untuk anaknya. kebahagiaan ibunya adalah kebahagiaan Nana. Itulah keinginan terbesar Nana. sederhana namun sangat penting.

Jumat, 14 Maret 2014

Tentang Nana #2

kali ini tentang cerita Nana dan sahabatnya yang biasa dipanggil Maman. Nana mengenal Maman empat tahun yang lalu. Maman ialah sosok sahabat yang sangat baik. pernah maman rela menghabiskan isi dompetnya untuk pengobatan nana. di lain waktu, maman akan meminjamkan barang-barangnya untuk keperluan nana. dan masih banyak lagi kebaikan-kebaikan maman.
suatu kali mereka berencana akan menjalankan bisnis bersama. walaupun pada akhirnya mereka berhenti di tengah jalan.banyak modal yang telah mereka habiskan. namun maman tetap mempercayakan segala modal yang telah ia keluarkan kepada nana. betapa baik prasangka maman kepada nana. lain halnya dengan nana, ia kadang tak terlalu memperhatikan maman. maman hanya akan menghela nafas jika permintaan tolongnya tidak dikabulkan nana. nana lebih sering memperhatikan dirinya sendiri.
yah, dua sahabat karib ini telah bersama selama empat tahun. dan kali ini mereka diuji kesetiaannya, keikhlasannya. saat nana sama sekali tak memiliki uang karena telah habis untuk bisnis-bisnisnya dan maman pun sudah tak ada sisa modal, mereka dilanda defisit. padahal maman sedang tak baik kondisi fisiknya. maman perlu pengobatan. harta yang terakhir mereka miliki adalah beberapa gram emas saja. emas itu mereka beli tiga tahun yang lalu sebagai investasi masa depan. berharap akan naik harganya di masa akan datang. namun, saat ini harga emas tak seperti yang mereka harapkan tiga tahun lalu. emas semakin menurun nilainya.
jalan terakhir untuk keluar dari defisit ialah menjual emas dan hasilnya untuk pengobatan maman. nana bimbang dan ragu, apakah ia akan menjual emas itu? atau menyimpannya sampai harga emas stabil?. di sisi lain, maman perlu pengobatan. maman sebenarnya tak ingin melakukan pengobatan, tapi nana melihat kondisi maman tak membaik. di sini nana diuji, apakah ia merelakan hartanya untuk sahabat yang telah banyak menolong kehidupannya atau ia akan menyimpan itu?. 
nana tersadar bahwa hidupnya telah banyak ditopang oleh maman. empat tahun ia mengenal maman, tak pernah maman ragu menolong nana. akhirnya nana menjual emas itu walaupun dengan harga lebih rendah dari saat ia membelinya. kelegaan nana rasakan saat maman telah selesai melakukan pengobatan. bahwa ternyata nana juga mampu membahagiakan orang lain. bukankah sejatinya hidup ialah berguna bagi yang lainnya dan melihat orang lain bahagia?. apa artinya hidup jika sekitar kita tak merasakan keberadaan kita.

Kamis, 13 Maret 2014

Tentang Nana #1

malam itu, Nana terlihat lesu. Sepertinya mengajar dengan memberi poin untuk mendapat hadiah adalah cara yang salah. awalnya memang membuat akbar anak kelas 2 sd yang ia didik fokus untuk belajar. namun hal ini, membuat akbar ketagihan minta hadiah. tendensinya belajar bukan untuk bisa tapi untuk mendapat hadiah dari mbak yang mengajarnya. Nana mencoba menjelaskan pada akbar bahwa belajar bukan untuk hadiah namun agar ia paham dan mendapat ilmu. Akbar merajuk, ia tak mau belajar jika tak dibelikan hadiah yang diinginkan. akhirnya nana mengalah, ia tak mampu tegas dengan anak ini.
hadiah yang diminta akbar bukan hanya hadiah-hadiah kecil yang biasa diminta anak-anak lain. yang akbar inginkan ialah mainan yang harganya puluhan ribu hingga ratusan. bahkan sempat ia nyeletuk ingin hadiah rumah yang harganya 1,5 M. bayangkan saja, anak usia SD sudah nyeletuk seperti itu. mungkin karena ia terlahir dari keluarga yang mampu dalam hal finansial membuatnya terbiasa dengan mainan dan barang-barang yang mahal. dan ini membuat nana kebingungan, apa yang harus ia lakukan. apakah tetap memberi hadiah-hadiah yang diingikan akbar? atau ia harus berhenti mengajar akbar?.
nana pun tak memilih keduanya. Nana akan mendidik akbar tentang arti menerima apa adanya dan tak banyak menuntut lagi. Mungkin hal ini akan berat pada awalnya, nana harus menghadapi akbar yang merajuk. tapi nana yakin, ia dapat memberi pengertian kepada akbar bahwa tidak selamanya apa yang diinginkan dapat terpenuhi.   

Keping Puzzle Kehidupan

kring... Kriing... kriing..
“Assalamuaaikum,dengan Astri di sini”.
“Wa’alaikumussalam, ini Bapak Nak. Gimana kabarmu?”. Sepertinya ada sesuatu yang ingin beliau sampaikan. “Alhamdulilah baik Pak. Kabar keluarga di rumah gimana Pak?”. “Bapak dan adik-adikmu sehat, tapi keadaan ibumu kurang baik. Sakitnya kambuh sejak tiga hari yang lalu”. Astaghfirullah, aku miris mendengarnya. Ingin sekali kupeluk ia dan mengurusnya. “Halo.. Nak?”. Aku tersadar bapak masih di seberang menunggu tanggapanku, “iya Pak, apa perlu Astri izin pulang?”. “Nak, melihat keadaan ibumu yang masih saja belum ada perkembangan Bapak minta kamu untuk segera mengurus kepindahan sekolahmu. Teruskan sekolahmu di Ponorogo saja sekalian menemani ibumu”.
Deg. Mengapa tiba-tiba bapak memintaku pindah sekolah? Apa keadaan ibu semakin parah?
“mengapa tiba-tiba Pak? Kan tanggung pak, Astri tinggal setahun lagi lulus.” Protesku, hatiku bimbang dan galau. “Bapak minta maaf nak, tapi ibumu ingin melewati hari-harinya denganmu. Ini ibumu ingin bicara”. Sunyi sejenak, “assalamu’alaikum Astri, gimana sekolahmu?”. Mataku tak dapat menahan titik yang jatuh perlahan ini. “wa’alaikumussalam Bu, Alhamdulilah lancar. Keadaan Ibu gimana?”. Makin deras tetesan dari mataku mendengar suara lemah ibu. “Ibu masih sehat dan bisa tersenyum, uhuk..uhuk, Nak.. ibu pengen kamu temani ibu di rumah,uhuk..uhuk..”.”iya bu, Astri usahakan secepatnya mengurus perpindahan sekolah, ibu istirahat ya.. jangan banyak gerak dan kecapekan. Jangan lupa juga obatnya diminum, Astri mau bicara sama bapak bisa Bu”, mendengar batuk ibu aku tak tega untuk jauh dari beliau.
“Pak.. Astri segera mengurus perpindahan sekolah”.
“maafkan Bapak ya Nak, Insya Allah sekolah di sini lebih barokah karena memenuhi keinginan ibu”, ada rasa sesal di suara bapak.
 “iya Pak, Astri akan menemani ibu dan mengurus adik-adik”.
“Bapak tunggu kabarmu secepatnya, sudah dulu ya.. ibumu batuk terus. Semoga Allah Memberi kelancaran dalam urusanmu. Assalamualaikum”.
“waalaikumussalam warahmatullah wabarokatuh”
Aku masih tergugu di pojok kamar. Ingin segera pulang dan memeluk ibu.
Keesokan harinya aku mendatangi wali kelas untuk mengurus perpindahanku. Dalam waktu dua hari urusan pindah sekolah selesai. Dan segera aku kabarkan pada bapak. “Assalamualaikum, Pak. Alhamdulilah, urusan Astri sudah selesai. Jadi bisa segera pulang.”
“waalaikumussalam. Alhamdulilah, biar besok pamanmu menjemput. Bapak juga sudah mnyelesaikan urusan sekolahmu yang baru di sini.”
 Setelah membereskan barang-barangku aku berpamitan dengan teman-teman kelas dan guru-guruku. Mereka kaget atas kepindahanku yang tiba-tiba. Tak lama kemudian pamanku tiba, aku memasukkan semua barang ke bagasi dibantu paman. Ada rasa sedih di hatiku, meninggalkan teman-teman, sekolah dan kota ini. Tapi, mengingat keadaan ibu tekadku untuk pulang menjadi kuat.
Empat jam dalam perjalanan membuat badanku pegal. Akhirnya aku sampai di depan rumahku. Terlihat adik-adikku menyambut di depan rumah. Mereka membantu mebawakan barang-barangku. “Mbak, dari kemarin ibu nanya terus kapan mbak pulangnya. Sudah ditunggu ibu di kamar”. Segera kudatangi ibu yang terbaring di kamar.
“assalamualaikum Bu, gimana keadaan Ibu?”
“waalaikumussalam, uhuk.. uhuk.. akhirnya kamu sampai rumah Nak, ibu kangen sama kamu.  Uhuk uhuk..”
“Astri juga kangen sama Ibu. Minum dulu Bu, biar batuknya reda. Ibu jangan mikir yang berat dulu ya, banyak istirahat. Biar Astri yang ngurus adik-adik dan rumah”
“Uhuk..Uhuk, iya Nak. Makasih kamu sudah penuhi permintaan Ibu”
“Astri senang bisa temani Ibu di sini. Ibu istirahat ya, Astri beres-beres dulu ya”
Aku keluar dari kamar ibu, tak ingin mengganggu istirahatnya. Sakit ibu disebabkan karena operasi pengangkatan kanker di rahimnya sejak tiga tahun lalu. Efek dari operasi tidak membuat kesehatan ibu membaik tapi sebaliknya. Segala jenis pengobatan telah ditempuh tapi belum memberikan hasil yang baik. Ibu semakin ringkih dari hari ke hari. Tapi semangatnya untuk sembuh membuatnya kuat menghadapi penyakitnya.
Bapak terlihat tenang ketika aku di rumah. Sedikit bebannya berkurang, mungkin selain untuk menemani ibu di rumah bapak juga mempertimbangkan biaya sekolahku yang mahal belum lagi biaya pengobatan ibu yang tidak sedikit. Aku paham akan hal itu walaupun bapak tidak mengutarakannya secara langsung padaku. Tubuh bapak juga semakin kurus dan tak terurus. Bapak sebenarnya juga memiliki penyakit jantung dan hipertensi yang diketahui sejak dua tahun yang lalu. Aku tak ingin memberatkan beliau dan membuatnya semakin terpuruk.
Sudah tiga bulan sejak kepindahanku di rumah. Melewati detik demi detik hariku untuk sekolah, mengurus ibu dan mengambil alih pekerjaannya. Keadaan ibu belum menunjukkan perubahan yang berarti. Semakin hari keadannya memburuk, hingga akhirnya harus dirawat di rumah sakit. Hingga di suatu malam ibu berbicara padaku, “Nak, sebagai anak pertama ibu titip ayah dan adik-adikmu. Maafkan Ibu yang tak bisa berbuat apa-apa dan merepotkan ini”
“Ibu jangan ngomong gitu, Astri sayang sama Ibu. Kami semua sayang sama Ibu, ingin Ibu segera sembuh”, tangisku tak bisa berhenti. Semua keluarga berkumpul di kamar ibu. Ayah hanya diam tak bisa berkata-kata. “Asyhadu An Laa Ilaaha Illallah, Wa Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah”, Terdengar kata-kata terakhir beliau sebelum menghembuskan nafas terakhir mengahadap Sang Khaliq. Innaa Lillaahi Wa Innaa Ilaihi Raaji’uun. Kami sudah merelakan ibu menghadap-Nya. Walaupun begitu tak kuasa aku, bapak dan adik-adikku menahan air mata yang terus mengalir. Keluarga segera mengurus pemakaman ibu. Aku memandikan jasad ibu. Teringat dulu aku selalu dimandikan oleh ibu, kini untuk terakhir kalinya aku ingin memandikannya. Wajahnya terlihat damai dan tersenyum.  Semoga ibu khusnul khotimah.
Hari demi hari kami lalui dan membiasakan diri tanpa kehadiran sosok ibu di rumah kami. Aku yang sekarang menggantikan tugasnya mengurus adik-adik, memasak, menyiapkan makanan dan pekerjaan rumah lainnya. Tahun terakhirku di sekolah juga semakin dipadati dengan persiapan ujian. Bapak terlihat semakin kurus dan sakit-sakitan. Beliau sering izin masuk kantor karena harus check up ke dokter. Adik-adikku mulai mandiri dan tak lagi merengek minta perhatian.
Allah menguji hamba-Nya yang sabar dan bertaqwa. Hari itu datang ujian Allah kepadaku. Aku menemukan bapak lemas dan terkulai di lantai, segera ku panggil paman dan membawa bapak ke rumah sakit. Dokter memberi diagnosa bahwa bapak mengalami komplikasi. Ginjal kirinya tak berfungsi dengan baik. Bapak tak ingin di rawat inap, bujukanku tak beliau hiraukan. Akhirnya aku mengalah dan mengurusnya di rumah. Bapak hanya bisa berbaring di ranjang. Sesekali ia jalan ke kamar mandi dan duduk di teras.
Sudah sebulan bapak sakit, keadaannya belum membaik. Beliau hanya bisa berbaring di tempat tidur. Walaupun bapak sakit beliau tetap shalat dengan berbaring serta tak henti melafadzkan dzikir. Beliau selalu berpesan kepadaku dan adik-adik untuk selalu ingat Allah dalam keadaan apapun. Keadaan bapak semakin buruk, kubawa bapak ke rumah sakit bersama paman. Beliau langsung di tempatkan di ruangan ICU infus, alat bantu pernafasan serta alat yang tak kumengerti terpasang di tubuh bapak yang lemah. Aku dan paman bergantian menjaga bapak. Hingga suatu pagi di Bulan Ramadhan bapak menghembuskan nafas terakhirnya tepat satu tahun saat ibu tiada. Sebelum meninggal bapak berwasiat kepadaku untuk menjaga diri dan adik-adikku.
Aku hampir putus asa saat bapak meninggal. belum selesai aku mengenang ibu, bapak pun ikut dipanggil Sang Khaliq. Tapi aku sadar bahwa Allah tak pernah membebani hambaNya melainkan sesuai dengan kesanggupannya (Q.S al-Baqarah:286). Sedikit demi sedikit aku bangkit dari keterpurukanku. Semua yang di dunia ini Milik Allah dan kepadaNya kembali. Ini merupakan pengalaman berharga yang diberi Allah padaku.
Di setiap sepertiga malamku selalu berdoa untuk orang tuaku dan kuminta pada Allah untuk memberi kekuatan menghadapi segala cobaanNya. Hidupku harus tetap berjalan, kini aku yang membimbing adik-adikku. Kejadian-kejadian dalam hidup ini adalah sebuah puzzle yang harus dijalani agar terbentuk secara sempurna.

Rabu, 12 Maret 2014

A


            ‘A!’.
            ‘Hadir Pak!’.Jawabku dengan suara lantang.
            ‘Apa benar namamu Cuma A saja?’.Tanya Pak guru dengan muka sedikit heran. Aku tidak kaget lagi mendengar pertanyaan itu. Mungkin Pak guru adalah orang ke-100 yang bertanya perihal namaku.
            ‘Iya Pak, itu nama pemberian orang tua saya’. Jawabku seperti biasa saat orang bertanya tentang namaku. ‘Nama panggilanmu siapa?’. ‘A thok pak! Hahahaha…’. (Thok: saja dalam Bahasa Jawa). Celetuk seorang teman kelas disambut tawa riuh teman lainnya. Aku tidak marah dengan celetukan tersebut karena sudah terbiasa.
Suatu hari aku bertanya pada Ibu.
 ‘Bu. Kenapa aku dulu hanya diberi nama A saja?
‘Bapak dan Ibumu pengen dalam hidupmu menjadi orang yang pertama dan selalu dibutuhkan seperti huruf A’. begitu kata Ibuku sambil lalu.
‘tapi bu, kenapa hanya A saja bukan Ahmad, Andi atau yang lainnya yang lebih keren?’, tanyaku lagi belum puas dengan jawaban ibu.
Sudahlah, yang penting kan maknanya baik dan kamu sampai saat ini selalu nomor satu di kelas. Berarti doa orang tua tidak salah dalam member nama anaknya’, ibu mulai berceramah.
Bapakku bernama Zainudin sedang Ibuku bernama Zainab. Menurut hipotesisku mereka berdua memberiku nama A karena tidak ingin anaknya memiliki nama yang mengandung huruf Z. Karena huruf Z terletak di akhir, dalam daftar presensi Z juga selalu terakhir. Atau bisa juga dulu mereka memiliki pengalaman pahit dengan huruf Z. Mungkin nama A banyak mengandung hikmah suatu hari nanti.  
            Hmmm.. terkadang aku iri dengan teman-temanku yang namanya terdiri dari banyak huruf. Tapi aku selalu menghargai nama pemberian orang tuaku. Memang benar doa orang tuaku terkabul dengan memberiku nama A. dari Sekolah Dasar sampai saat ini aku selalu juara 1 di kelas dan dalam perlombaan apapun. Tentunya dengan usahajuga.
            Ujian Nasional SMA telah tiba. Aku sibuk dengan soal setiap hari selama ujian berlangsung. Aku tidak mengalami kesulitan yang berarti selama ujian. Sekarang tinggal menunggu hasilnya. Setelah sebulan menunggu, hasil ujian sudah diumumkan. Dan aku bersyukur karena aku menjadi juara 1 tingkat provinsi dengan nilai terbaik.
            Aku diterima di Universitas terbaik di negaraku. Dan aku mulai dengan kehidupan baru di kampus. Lambat laun aku mengenal apa yang disebut dengan cinta. Seorang mahasiswi yang satu kelas denganku telah membuat hatiku berbunga saat melihatnya. Parasnya indah, baik tingkah dan polahnya mebuat lelaki manapun terpesona. Semakin hari aku memikirkannya, hatiku ingin lebih dari sekedar teman dengannya. Sungguh, perasaan macam apa ini.
            Setelah menyiapkan hati dan mental, aku mengajak wanita pujaanku makan siang di kantin kampus. ‘Athok tumben nih ngajak aku makan, ada acara apa ni?’, tanyanya dengan wajah ceria. ‘Sekali-kali boleh kan makan bareng sama kamu’,  jawabku dengan menyembunyikan perasaan galau hatiku. Selesai makan aku mengutarakan perasaanku,  ’Mmmm,, Ki,, sebenarnya aku mau bilang sesuatu sama kamu’, kataku memulai aksi. ‘Yaudah, tinggal bilang aja A’.
            ‘Sebenarnya, dari awal aku melihatmu ada sebuah perasaan yang mengusik hati. Semakin hari aku makin ingin lebih dekat denganmu. Ki apa aku boleh mengisi hatiku dengan hatimu?’, kata-kata itu akhirnya keluar dari mulutku. Dia terlihat bingung dan bimbang. ‘Eh..nggak harus dijawab sekarang kok’, kataku. ‘Mmmm.. maaf banget ya A, bukannya aku nggak mau. Kamu orang yang pintar dan selalu nomor satu. Tapi aku nggak bisa jadian sama kamu karena namamu hanya A’, jawabnya serba salah. Dunia serasa kabur dalam pandanganku. Aku yang selalu nomor satu dalam hal apapun kali ini gagal dalam hal cinta. Oh, sungguh malang nasib seorang A. Pupus cintanya karena hanya memiliki nama A saja. Kisah A yang berakhir karena cinta.


Selasa, 11 Maret 2014

Being A Dreamer is A must

make your own dream and make it come true..
intention + maximum effort + work hard = All Dreams will come true :)

try this at home..! :D

Sabtu, 08 Maret 2014

Manfaat Buah Naga

artikel ini gak sengaja ane temukan di halaman belakang katalog produk Lo**e Mart. so, yang belum tau manfaat buah naga merah baca ini gan. semoga bermanfaat :)


Dikenal dengan sebutan Buah Naga karena bentuk kulitnya seperti kepala Naga. Buah ini tepatnya berasal dari Meksiko. Nammun saat ini sudah mulai dan banyak dijumpai di pasar buah tanah air. Rasanya yang manis dan sedikit asam ini tidak saja memberikan sensasi segar tapi juga mulai dari batang buah naga, daging buah naga, sampai dengan kulit buah naga juga memiliki banyak kandungan vitamin dan zat yang sangat bermanfaat.

berikut ini beberapa manfaat buah naga:
  1. kandungan senyawa vitamin B3-nya bermanfaat menekan kadar kolestrol, sehingga dapat menyembuhkan masalah tekanan darah tinggi secara alami.
  2. buah naga memiliki kandungan serat yang sangat melimpah sehingga baik untuk membantu program diet dan mengatasi masalah sistem pencernaan tubuh serta menghindarkan dari masalah sembelit. Jus buah naga bisa menjadi salah satusolusi alami dengan mengkonsumsi setiap pagi.
  3. kandungan senyawa beta karoten yang melimpah, tak kalah banyaknya dengan betakaroten jus wortel. sehingga dapat mengatasi masalah kesehatan mata.
  4. kandungan anti oksidan yang cukup banyak dapat melindungi tabuh dari serangan radikal bebas serta menjauhkan diri dari serangan penyakit kanker.
  5. kandungan vitamin C yang terdapat dalam buah naga dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga kita tidak mudh terserang penyakit serta baik sebagai bahan perawatan kulit. selain dikonsumsi sebagai jus juga kulitnya dapat digunakan sebagai lulur atau masker penghilang jerawat.
  6. adanya kandungan alami fosfordan kalsium organi pada buah naga akan mencegah percepatan osteoporosis atau pengapuran tulangdan gigi. hal ini penting dalam menjaga kesehatan janin dan ibu hamil. dengan mengkonsumsi buah naga secara rutin berarti si ibu juga turut serta memperhatikan proses pertumbuhan tulang dan gigi si anak kelak saat sudah dilahirkan (gigi anak tidak mudak sakit/gigis/keropos).
  7. karena rasa manis buah naga alami, maka buah naga juga bisa membantu penyembuhan penyakit diabetes.

Arahku


Aku tak mau hilang  arah

Ingin ku temukan hari yg cerah
Yang ku dapat hanya marah
Aku tak ingin kalah
Aku tak mau menyerah
Yang ku mau hanya asa walau secercah
Agar masaku indah