Translate

Kamis, 13 Maret 2014

Tentang Nana #1

malam itu, Nana terlihat lesu. Sepertinya mengajar dengan memberi poin untuk mendapat hadiah adalah cara yang salah. awalnya memang membuat akbar anak kelas 2 sd yang ia didik fokus untuk belajar. namun hal ini, membuat akbar ketagihan minta hadiah. tendensinya belajar bukan untuk bisa tapi untuk mendapat hadiah dari mbak yang mengajarnya. Nana mencoba menjelaskan pada akbar bahwa belajar bukan untuk hadiah namun agar ia paham dan mendapat ilmu. Akbar merajuk, ia tak mau belajar jika tak dibelikan hadiah yang diinginkan. akhirnya nana mengalah, ia tak mampu tegas dengan anak ini.
hadiah yang diminta akbar bukan hanya hadiah-hadiah kecil yang biasa diminta anak-anak lain. yang akbar inginkan ialah mainan yang harganya puluhan ribu hingga ratusan. bahkan sempat ia nyeletuk ingin hadiah rumah yang harganya 1,5 M. bayangkan saja, anak usia SD sudah nyeletuk seperti itu. mungkin karena ia terlahir dari keluarga yang mampu dalam hal finansial membuatnya terbiasa dengan mainan dan barang-barang yang mahal. dan ini membuat nana kebingungan, apa yang harus ia lakukan. apakah tetap memberi hadiah-hadiah yang diingikan akbar? atau ia harus berhenti mengajar akbar?.
nana pun tak memilih keduanya. Nana akan mendidik akbar tentang arti menerima apa adanya dan tak banyak menuntut lagi. Mungkin hal ini akan berat pada awalnya, nana harus menghadapi akbar yang merajuk. tapi nana yakin, ia dapat memberi pengertian kepada akbar bahwa tidak selamanya apa yang diinginkan dapat terpenuhi.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar